Betapa Ingin

Betapa ingin separuh sayap ini kuberikan padamu
Agar kita dapat terbang berpelukan menembus cakrawala
Tentu kita akan melesat ke satu arah yang sama
Tempat yang penuh pelangi, sinar bulan , manisnya hujan dan hangat mentari

Betapa ingin separuh nafas ini kuhembuskan padamu
Agar kita dapat menghirup udara yang sama
Udara yang penuh aroma bunga tanjung hingga melingkupi seluruh tubuhku
Nafasmu dalam nafasku....

Betapa ingin separuh hati ini kupersembahkan padamu
Agar kita dapat merasakan hal yang sama
Keinginan menyatu dalam keabadian temaram senja yang membenamkan kita
Dalam puisi panjang tentang cinta

Betapa ingin separuh jantung ini kuhadiahkan padamu
Agar kau dapat merasakan degup yang sama , detak yang mengeja waktu
Meniti selaksa irama indah tarian rembulan
Terbang..terbanglah kita dalam keheningan….

Betapa ingin separuh cinta ini kubagi bersamamu
Karena bukankah seharusnya kita saling memiliki
Ketika hari beranjak senja, saat langkah tertatih melepas lelah
Dengan tanganmu menggenggam jemariku erat dalam kesunyian
Kita berlari dan menari laksana gila menikmati kebahagiaan
Melukis dunia dengan bungabunga musim semi
Kita tertawa dan menangis, tertawa dan menangis

Ah, Betapa ingin separuh hidup ini kutamatkan bersamamu
Mencintaimu lebih dari yang bisa kujanjikan
Menyamankanmu yang tersudut diam
Menyalakan pelita , menemani jutaan langkahmu yang terjejak
Kadang langkah kita terantuk kerikil dan kita terjatuh
Namun tak kita rasakan sakit itu
Merasakan angin dan hujan menelusup masuk dalam jiwa
Yang terkunci bersama-sama

( Timur Bandung, 24.09.10 )




Lygia Pecanduhujan

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar