Kehidupan Kedua

Kalau kau percaya pada kehidupan kedua,
Percayalah bahwa aku akan menyiapkan diri :
Menunggumu
Hingga kelak kau datang menjemputku
Merenangi waktu hingga kita menjadi riak samudera
Yang tak akan pernah berhenti menerjang gelombang

Di kehidupan itu kelak,
Maukah kau berjanji untuk selalu ada di dekatku ?
Memelukku erat dengan seluruh rindu
Dan janjijanji manis tentang hati yang tak pernah membeku

Di kehidupan itu, nanti ….
Aku ingin memilikimu seluruh raga dan hatimu :
Utuh
Sesungguhnya bukan memiliki, tapi meminjammu
Dari Sang Maha Pemilik rindu
Meminjammu hingga akhirnya kita terpisahkan waktu
Melepasmu dari sisiku sebab jarak kita tak lagi mampu terengkuh

Aku berjanji kelak di kehidupan kedua itu
Aku akan selalu ada di sampingmu,
Kita bercakap hal-hal sederhana : Tentang aku, kamu dan kita
Tentang cita-cita yang akan kita bangun bersama
Tentang rumah kayu di atas gunung, dengan purnama tepat di atas kepala kita
Dengan hujan kadang jatuh di halaman dan memandanginya dari beranda
Dengan kita berpelukan dan tak pernah menangisi kehidupan

Sayang, kalau kau percaya pada kehidupan kedua :
Aku milikmu
Dan bolehkah aku memilikimu ?



( Mungkin aku hanya sedang bermimpi memilikimu, biarkan sejenak aku nikmati mimpi itu dalam secangkir coklat panas dan melihat rupamu dalam uap yang mengepul di udara)


Bandung Timur, 08.08.2010
Bulan di atas langit Ganesha

Lygia Pecanduhujan

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar