Lelaki, Hujan, dan Cinta

Lagi-lagi Cinta

Ah, lagilagi sebuah sajak usang tentang cinta
Yang tak habis kau reguk nikmatnya
Dari secawan rasa yang kau petik diamdiam
Tanpa seizin pemiliknya

Ah, terlalu mudah kau percaya
Pada lantunan manis janji hati
Yang ia ucapkan hanya ketika kalian berdua
Dan terlupa bagai koran bekas dibaca
Dilipat, ditumpuk dan diselipkan entah dimana

Ah, apa itu rindu ?
Candu yang kadang palsu
Untuk apa kau teriakkan pada tembok beku ?
Percayakah, dia takkan tahu ….


******************************************

Kau Dan Hujan

Hujan meluruh dimatamu
Mata yang memintal benang dan menenun cinta
Untukkukah atau untuknya ?
Kutahu tak mungkin untuk keduanya


******************************************


Spiderman Jatuh Cinta

Peter Parker menyisir tembok gedung
Mary Jane memandang hujan
Dan bummm…..!
Mata mereka bertemu di rinai yang sama


******************************************


Sajak Timur Bandung


Namamu tibatiba memaksa menelusuk
Menepi di timur yang rusuh
Geragap kugapai madu yang kau tawarkan
Mencoba menandaskan seluruh
“Habiskan, sayang… itu untukmu”
Bisik suara tanpa rupa
Tergugu
Cawan itu tergeletak separuh penuh
Cinta itu tumbuh di timur, sayang, bukan di barat
Bisikku pada bayanganmu yang menyelinap pergi


( 29 Mei 2010 )

Lygia Pecanduhujan

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar